terinspirasi dari obrolan ga penting dengan seorang teman.
him: lo tau ga 2 hal yang hanya Tuhan dan pelakunya yang tau?
me: hmm, 1. orang yang jahat ga ketauan, 2. hati pria
him: almost right, but for me 1. hanya Tuhan dan tukang bajaj yang tau kapan dia mau belok. dipikir bajaj punya lampu sen apa
me: *giggles*
him: 2. hanya Tuhan dan wanita yang tahu apa yang ada di dalam hatinya
me: buat gue gak tuh, malah gue yang bingung apa sih yang kaum kalian pikirin
him: haha, jadi opsi yang kedua itu tergantung gender ya
him: wanita itu gak bisa ditebak
me: gue sebagai wanita bisa kok nebak wanita lagi, dan menurut gue, gak semua wanita itu susah ditebak
him: wanita kalo udah bisa ditebak jadi gak menarik lagi
him: that's makes woman a woman. membuat kami berusaha mencari tahu, menebak-nebak, dan ahh that's the point. girl!
me: *melongo*
me: jadi kalo misal kalian berhasil menebak "isi" dari wanita, kami menjadi tidak menarik lagi.
him: tergantung.kalo ada hal lain yang bisa membuat kami "berusaha" lagi, wanita itu tetaplah menarik. kalo tidak, ya..
me: ok, enough, I guess I get your point. let's talk about another theme. how's your life?
and blah blah blah
aku jadi inget sama bukunya John Gray, "men are from mars and women are from venus".
pembicaraan di atas memang tidak layak diteruskan, kenapa? because actually we'll never get our point. why? karena kita berbeda gender, dan masing-masing udah punya mindset "dari ono-nya".
mungkin kalo aku terusin obrolan itu, bakalan menjadi makin panas di kedua kubu, dan malah jadi debat kusir.
that's what makes we different. to accept the imperfect perfectly, and love each other :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar